KUNINGANPRESS.COM – Kebijakan terbaru menaikkan tarif masuk ke Stadion Mashud Wisnusaputra mendadak menjadi sorotan publik. Tanpa ada pemberitahuan dan sosialisasi yang jelas, biaya tiket masuk yang sebelumnya gratis kini dipatok sebesar Rp 10.000 per orang, memicu reaksi dari berbagai elemen masyarakat termasuk anggota DPRD Kabupaten Kuningan.

Menurut pantauan video yang beredar, perubahan tarif ini dilakukan secara tiba-tiba dan dinilai memberatkan warga yang sering memanfaatkan fasilitas olahraga publik tersebut. Banyak pengunjung yang biasanya datang untuk olahraga ringan dan aktivitas keluarga kini mulai menunda kunjungan atau mengeluh akibat biaya tambahan yang berlaku.
DPRD Kuningan Angkat Bicara
Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut. Mereka menilai kenaikan tarif tanpa sosialisasi kepada masyarakat merupakan langkah yang kurang tepat dan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan publik. Kata mereka, fasilitas umum seperti stadion seharusnya tetap dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat luas terutama untuk kegiatan olahraga rutin.
Respons Masyarakat & Pengunjung
Reaksi masyarakat cukup beragam. Sebagian pengunjung menyatakan keberatan dan berharap tarif ditinjau kembali karena dianggap terlalu tinggi untuk sekadar olahraga atau jalan santai. “Stadion ini selama ini jadi tempat olahraga warga, sekarang harus bayar setiap masuk, ini kok jadi seperti tempat rekreasi berbayar,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari instansi terkait mengenai dasar penetapan tarif baru ini atau rencana langkah lanjutan untuk merespon keberatan publik dan DPRD










Leave a Reply