Kang Yaya Soroti Tantangan Pendidikan di Kuningan, RLS Masih 7,9 Tahun

Kang Yaya Soroti Tantangan Pendidikan di Kuningan, RLS Masih 7,9 Tahun

HALOKUNINGAN.COM – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kuningan, Kang Yaya, S.E., menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) dan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Kabupaten Kuningan Tahun 2025. Dalam kesempatan tersebut, Kang Yaya menegaskan bahwa Pendidikan Kesetaraan memiliki peran strategis dalam mewujudkan Kabupaten Kuningan sebagai daerah yang inklusif dan berdaya saing di sektor pendidikan.

Dalam sambutannya, Kang Yaya menyampaikan bahwa pendidikan merupakan faktor utama dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat. Namun, hingga kini masih banyak warga yang belum mendapatkan akses pendidikan formal secara optimal. Oleh karena itu, pendidikan kesetaraan yang dikelola oleh SKB dan PKBM memiliki peranan penting dalam memberikan kesempatan belajar bagi semua kalangan tanpa terkecuali.

“Transformasi pendidikan kesetaraan bukan hanya kebutuhan, tetapi sudah menjadi keharusan. Ini adalah langkah maju agar pendidikan tetap relevan, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Kang Yaya.

Ia juga menyoroti bahwa angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Kuningan masih berada di angka 7,9 tahun, yang berarti masih banyak masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan menengah atas. Salah satu target visi dan misi Bupati Kuningan adalah meningkatkan angka RLS menjadi 12 tahun dalam lima tahun mendatang. Namun, tantangan yang dihadapi cukup besar, mengingat 80% sarana dan prasarana sekolah di tingkat SD dan SMP masih dalam kondisi rusak atau tidak layak.

Menurut Kang Yaya, peningkatan kapasitas kepala SKB dan PKBM menjadi salah satu solusi dalam mempercepat peningkatan akses pendidikan. Dengan kepemimpinan yang profesional dan inovatif, lembaga pendidikan nonformal diharapkan bisa mengelola program pendidikan kesetaraan dengan lebih efektif.

“PKBM harus menjadi ujung tombak dalam memperluas akses pendidikan berkualitas. Tentu saja, pemerintah daerah harus mendukung dengan anggaran yang memadai agar program-program ini berjalan optimal,” tegasnya.

Sebagai anggota DPRD, Kang Yaya menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai program pendidikan, termasuk pendidikan kesetaraan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan Kuningan sebagai Kabupaten Pendidikan yang unggul, inklusif, dan berkeadilan.

“Saya berharap acara ini bisa menghasilkan solusi konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan kesetaraan di Kuningan. Semoga kita bisa memperkecil kesenjangan pendidikan dan memperkuat daya saing daerah kita,” pungkasnya.

Acara peningkatan kapasitas SKB dan PKBM ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan di sektor pendidikan, mulai dari para kepala SKB dan PKBM, tokoh pendidikan, serta perwakilan dari pemerintah daerah. Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan ada langkah nyata yang dapat diimplementasikan guna meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat Kuningan.

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

About Author

Follow Us:

Categories